Tag: gejala gagal jantung kronik

Gejala Penyakit Jantung Kronik

1. Kenali Gejala Gagal Jantung Kronik

Penyakit jantung dapat terjadi kapan saja dan dimana saja. Berdasar perkiraan Kementerian Kesehatan 2013, sejumlah 39 persen penderita jantung di Indonesia berusia tidak cukup dari 44 tahun. Dari semua kematian dampak penyakit kardiovaskuler sebanyak 7,4 juta atau dengan persentase 43,8% di antaranya diakibatkan oleh Penyakit Jantung Kronik(PJK) dan 6,7 juta sekitar 38,3% diakibatkan oleh stroke.

Penyakit gagal jantung kronik adalah penyakit menurunkan kualitas hidup pasien dan yang paling mematikan. Walaupun angka harapan hidup pasien paling rendah, namun dengan terapi medis, tinjauan spesialis dan penilaian yang baik dapat menolong mengontrol gejala tersebut dan menambah peluang harapan hidup.

Penyakit gagal jantung kronik seringkali dikaitkan dengan gejala-gejala antara lain:

  • Exertioan dyspnoea,
  • Orthopnoea
  • Paroxysmal nocturnal dyspnoea.

Pasien-pasien pun diadukan mengalami perasaan lelah dan dapat mengalami anoreksia.

Gejala-gejala yang sering dijumpai pada pasien penyakit gagal jantung kronik antara lain:

• Takikardia, HR resting melebih 90 kali per menit;

• Krepitasi pada toraks basal;

• Kongesti hepar(bendungan hati) – hepar teraba dibawah margin kosta dan terukur > 15 cm pada perkusi

• Peningkatan berat badan yang belum lama melebihi 1,5 kg dalam periode 48 jam atau penambahan berat badan yang sehubungan dengan perut kembung(bloating) atau edema kedua ekstremitas inferior atau sesak nafas;

• Hipotensi – desakan darah sistolik dibawah 110 mmHg tanpa memakai obat antihipertensi;

• Peningkatan desakan vena jugularis (JVP) (melebihi 4 cm diatas angulus sternalis)

2. Penanganan Gagal Jantung

Penyakit jantung kronis bisa ditangani secara efektif dengan kombinasi gaya hidup, obat-obatan dan dalam sejumlah kasus operasi. Penanganan yang tepat penyakit jantung kronis bisa dikurangi.

Berikut ialah teknik mengobati jantung kronik secara medis:

1. Perubahan Gaya Hidup adalah utama sebab gaya hidup yang tidak sehat akan menjadi resiko yang mengakibatkan terjadinya penyakit jantung kronis. Perubahan gaya hidup akan meminimalisir resiko terjadinya episode penyakit jantung kronik berikutnya.

2. Obat-obatan, sejumlah obat yang dapat dipakai untuk meminimalisir resiko penyakit jantung kronis. Obat-obatan umumnya dipakai setelah perubahan gaya hidup supaya maksimal.

Mengkonsumsi obat-obatan tanpa perubahan gaya hidup tidak bakal menghasilkan hasil apapun, oleh karena itu banyak pilihan obat-obatan yang dapat digunakan.

3. Operasi, salah satu teknik mengobati jantung kronis secara medis. Umumnya operasi dipakai ketika pembuluh darah memiliki lemak atau ketika gejala tidak dapat dikontrol dengan kedua saran di atas, prosedural intervensi atau operasi dibutuhkan untuk membuka pembuluh darah yang tersumbat.